Cara Menjaga Skin Barrier Biar Kulit Sehat

Kalau ngobrolin skin care, pasti nggak lepas dari pembahasan soal menjaga skin barrier yang punya peran penting untuk kesehatan kulit kita. Skin barrier adalah lapisan pelindung alami kulit yang terletak di lapisan kulit paling luar. Lapisan ini terdiri dari: sel-sel kulit, 60% kandungan ceramides, kolesterol, dan asam lemak. 

Kalau skin barrier sampai rusak, kamu harus menghadapi beberapa masalah kulit yang mungkin terjadi nih. 

Nah, simak seluk beluk cara mencegah kerusakan skin barrier di sini, ya!

 

Kenapa Skin Barrier Harus Dijaga?

Kesehatan skin barrier adalah salah satu faktor utama yang menentukan kondisi kulitmu. Kalau skin barrier nggak sehat, kulit juga cenderung nggak sehat dan bermasalah. Sebaliknya, kalau skin barrier udah kuat, kulit juga lebih kuat dan jauh dari macam-macam masalah kulit.

Karena posisinya di lapisan terluar kulit, ini dua fungsi utama skin barrier untuk kulitmu:

  1. Mencegah zat-zat yang dapat mengiritasi (irritants) untuk masuk ke dalam lapisan kulit dan mengganggu kesehatan kulit
  2. Menjaga kandungan air dan kadar kelembapan di dalam lapisan kulit supaya nggak menguap keluar dan hilang, sehingga kulit nggak dehidrasi dan tetap lembap, halus, dan kenyal

Ketika skin barrier menipis dan semakin lemah, kulit bisa mengalami beberapa masalah berikut:

  • Jerawat. Kulit nggak bisa melindungi diri dari infeksi bakteri penyebab jerawat, sehingga kulit lebih rentan jerawatan dan meradang.
  • Kulit kusam. Penyebab utamanya karena kulit dehidrasi (kekurangan kandungan air). Semua tipe kulit, baik kering, berminyak, hingga normal dan kombinasi pun bisa mengalami ini. Kamu bisa baca ini untuk cari tau lebih jauh soal bedanya kulit dehidrasi dengan kulit kering: Kulitmu Kering atau Dehidrasi? Coba Cek di Sini!
  • Sering iritasi (sensitif). Bahkan, kulitmu bisa mengalami iritasi terhadap produk skin care yang udah biasa dipakai--yang sebelum-sebelumnya nggak pernah bikin iritasi. Tanda-tandanya bisa berupa kulit yang kering sampai mengelupas, kemerahan, gatal, sakit, perih, atau panas.
  • Sederet masalah kulit lainnya, karena kelembapan di kulit menguap keluar dan zat-zat yang mengiritasi mudah masuk.

 

penyebab dan akibat skin barrier rusak 

 

Penyebab Skin Barrier Rusak dan Cara Mencegahnya

Sayangnya, skin barrier sering jadi hal yang dilupakan ketika menjalankan skin care. Karena nggak dipelihara dengan baik, skin barrier mudah rusak dan nggak berfungsi optimal.

Ini beberapa penyebab umum skin barrier bisa rusak, sekaligus hal-hal yang harus kamu hindari biar skin barrier-mu nggak sampai rusak.

#1: Keseringan cuci muka (over-cleansing)

Bukannya kulit bersih maksimal, cuci muka terlalu sering bisa bikin skin barrier tergerus dan jadi tipis.

Sebaiknya, kamu batasi cuci muka maksimal sehari dua kali, ya. Kalau tipe kulitmu kering atau sensitif, kamu boleh cuci muka dengan face wash satu kali sehari, plus cuci muka dengan air hangat aja satu kali sehari juga.

Cara Mencegah #1:

Cara efektif cuci muka dan memastikan kulit bersih maksimal! Caranya adalah double atau triple-cleansing. Eits, tenang aja, ini nggak berarti pakai face wash dua hingga tiga kali.

Ini artinya kamu mengawali cuci muka dengan cleansing oil yang umumnya gentle banget dan nggak akan mengganggu skin barrier. Cleansing oil membersihkan sisa makeup, sunscreen, menarik kotoran, hingga minyak berlebih. Lalu, dilanjutkan dengan face wash untuk membilas sisa-sisa kotoran biar nggak menempel di wajah. Dengan begitu, kulit tetap lembut, skin barrier-nya sehat, tapi tetap bersih maksimal!

Nah, buat tips lengkap cara double dan triple-cleansing yang aman dan efektif, simak video ini, yaa: [BAB 6] Kenalan dengan Double dan Triple Cleansing | Double dan Triple Cleansing: Perlu Nggak Sih?

 

#2: Keseringan eksfoliasi (over-exfoliating)

Eksfoliasi memang salah satu kunci kulit mulus dan glowing. Tapi, kalau keseringan dilakukan, bukan sel kulit mati yang terangkat, tapi kandungan skin barrier juga ikut terangkat.

Ada tiga kemungkinan skin barrier rusak akibat over-exfoliating:

  • Eksfoliasi dilakukan terlalu sering
  • Eksfoliasi physical dengan tools dan scrub terlalu kencang
  • Kulit nggak kuat atau nggak cocok dengan kandungan eksfoliasi chemical (AHA atau BHA)
Cara Mencegah #2:

Batasi eksfoliasi chemical dengan AHA dan BHA 2-3 kali dalam seminggu. Untuk dicatat, kadar konsentrasi AHA yang aman adalah sekitar 10%, sedangkan BHA adalah sekitar 2%.

Selanjutnya, kalau kulitmu kering dan sensitif, hindari eksfoliasi physical dengan tools dan scrub. Dan yang paling penting, pastikan kamu mengembalikan kelembapan di kulit setelah eksfoliasi dengan pakai moisturizer atau produk skin care lain yang fungsinya hydrating dan melembapkan.

Untuk tips lebih lengkap mengatasi kulit yang udah terlanjur over-exfoliating, simak di artikel berikut: Bahaya Terlalu Sering Eksfoliasi.

 

#3: Nggak pakai moisturizer

Tugas utama moisturizer--yang wajib dipakai semua jenis kulit--adalah membantu skin barrier menjaga kadar kelembapan nggak menguap dari dalam lapisan kulit.

Tanpa bantuan moisturizer, proses penguapan air di dalam kulit terus meningkat dan nggak terbendung lagi oleh skin barrier. Hasilnya, skin barrier “jebol” dan rusak, sedangkan air yang menguap dari dalam lapisan kulit jadi semakin banyak--ini menyebabkan kulit dehidrasi dan kusam, deh.

Cara Mencegah #3:

Karena itu, semua jenis kulit sebaiknya pakai moisturizer, terutama di malam hari. Ini termasuk kulit berminyak, lho--apalagi, karena kulit berminyak yang mengalami dehidrasi malah jadi makin rentan jerawatan. Nih, panduan milih moisturizer yang tepat sesuai kebutuhan kulitmu: [Bab 4] Moisturizer Sebagai Tahapan Penting Dalam Skincare Routine | Banyak Tipe Moisturizer

 

#4: Nggak pakai sunscreen

Yup, paparan sinar UV dari matahari bisa bikin skin barrier-mu rusak. Skin barrier adalah lapisan pertahanan pertama yang melindungi lapisan kulit dari bahaya sinar UV. Kalau terpapar secara terus-menerus, sinar UV bisa bikin skin barrier makin lemah dan nggak bisa melindungi lapisan kulit dengan optimal.

Cara Mencegah #4:

Pastinya, disiplin pakai sunscreen, dong! Pakai sekitar 30 menit sebelum keluar rumah, dengan sunscreen yang SPF-nya minimal 30, serta diaplikasikan ulang setiap kurang-lebih 2 jam. Yuk, pilih sunscreen yang tepat buat jenis kulitmu dengan bantuan: [BAB 5] Sunscreen adalah Kunci Dari Rangkaian Skincare Kamu | Sunscreen untuk Semua Jenis Kulit

 

#5: Polusi

Sama kayak sinar UV, skin barrier yang terus-terusan terpapar polusi udara--yang mengandung radikal bebas yang berbahaya bagi kesehatan kulit--bisa terganggu dan nggak sehat lagi.

Cara Mencegah #5:

Salah satu cara paling oke buat kulit untuk melawan radikal bebas dari polusi adalah menggunakan kandungan antioksidan!

 

Kesimpulannya...

Apakah kamu sudah sering melukai skin barrier-mu, Phoebe’s Squad? Kalau sekali-dua kali nggak masalah kok, asal kamu merawat kembali skin barrier-mu lewat produk skincare yang gentle dan sesuai sama jenis kulitmu. Kamu bisa ikuti beberapa tips memilih produk skincare berikut ini:

  • Cleanser yang level pH-nya seimbang (kurang dari 7) untuk digunakan 2 kali sehari,
  • Hydrating toner yang melembapkan serta dengan pH seimbang, 
  • Serum untuk menargetkan masalah kulit--lebih baik kalau ada kandungan antioksidan untuk melawan radikal bebas,
  • Moisturizer untuk membantu kerja skin barrier dalam menjaga kulit nggak kehilangan kadar kelembapan, serta menyeimbangkan kandungan aktif dari serum
  • Sunscreen SPF minimal 30 setiap pagi untuk melindungi dari paparan sinar UV
  • Eksfoliasi cukup 2-3 kali seminggu

 

skincare menjaga skin barrier

 

Nah, itu dia kenapa skin barrier harus dijaga baik-baik. Bisa dibilang, skin barrier yang sehat adalah kunci kulit yang sehat pula.

Ini artinya, kondisi kulitmu pun cukup mendukung dalam proses meredakan masalah-masalah kulit lainnya dengan lebih cepat, misalnya masalah jerawat, menghilangkan noda hitam, mencegah penuaan dini, mencerahkan kulit, dan lain sebagainya. Ini juga berarti kulitmu nggak gampang rewel, lembut, halus, dan kompleksinya merata--glowing dan flawless abis, deh!

Hopefully, kamu juga udah tau cara menjaga kesehatan skin barrier sebelum terlanjur rusak, ya. Yuk, jaga dan sayangi skin barrier-mu!

 

Editor: Cintya L. | Grafis: Indri Novita S.

translation missing: id.blogs.article.tags: jerawat, penuaan dini, penyebab masalah kulit, rekomendasi skincare, skin barrier

Tinggalkan komentar