Sunscreen 101: Cara Memilih Sunscreen Sesuai Jenis Kulit

Banyak yang bilang, “Skin care routine sesempurna apapun, kalau tanpa sunscreen, pasti sia-sia.” Phoebe setuju banget sama pernyataan ini!

Sunscreen adalah perlindungan utama biar kulit tetap sehat dan kuat. Nah, Phoebe udah kumpulin informasi-informasi penting seputar sunscreen supaya kamu bisa memilih sunscreen yang pas, cocok di kulit, dan pastinya efektif melindungi kesehatan kulit.

Selamat membaca!

 

Kenapa Harus Pakai Sunscreen Setiap Pagi?

Jawaban pertanyaan ini cuma satu, yaitu supaya kulit terlindung dari bahaya sinar UVA dan UVB dari matahari. UVA (Ultraviolet A) dikenal sebagai penyebab utama Aging atau tanda penuaan di kulit. Sedangkan, UVB (Ultraviolet B) adalah yang bikin kulit Burned atau terbakar.

UVA bisa masuk lebih dalam ke lapisan kulit dibanding UVB, sehingga bisa merusak kandungan-kandungan penting untuk kesehatan dan keremajaan kulit. Selain itu, UVA juga bisa menembus kaca jendela, sedangkan UVB nggak bisa. Karena itu, kita juga disarankan untuk tetap pakai sunscreen, meskipun di dalam ruangan.

Sunscreen bisa melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB yang berpotensi menyebabkan:

  • Sunburn (kulit terbakar)
  • Penuaan dini (keriput dan garis halus, lapisan kulit menipis)
  • Kulit belang (karena noda dan flek hitam sun spots)
  • Risiko kanker kulit

So, untuk menjaga kulit tetap sehat dan menghindari risiko-risiko di atas, semua orang wajib pakai sunscreen setiap pagi!

 

Phoebe’s Tips: Oh iya, mulai tinggalkan kebiasaan pakai sunscreen cuma pas mau ke pantai aja, ya. Kemanapun kamu pergi, selama masih ada sinar matahari, kulitmu pasti butuh perlindungan sunscreen!

 

Cara Memilih Sunscreen yang Efektif

cara memilih sunscreen yang tepat
.
SPF30 atau Lebih

SPF (Sun Protection Factor) adalah level perlindungan yang diberikan sunscreen untuk kulit terhadap sinar UVB. Nah, biar perlindungan optimal, sebaiknya kamu pakai sunscreen dengan SPF minimal 30.

Angka Sun Protection Factor menunjukkan seberapa lama kulitmu akan terbakar (sunburn) di bawah matahari. Semakin besar angka SPF, semakin lama efek perlindungannya terhadap sunburn di kulitmu.

Misalnya, kalau tanpa sunscreen, kulitmu sunburn setelah 10 menit terpapar sinar matahari. Dengan menggunakan sunscreen SPF30, kulitmu baru mendapat efek sunburn 30 kali lebih lama dibanding tanpa sunscreen (30 x 10 menit = 300 menit atau sekitar 5 jam).

 

Broad Spectrum

Untuk perlindungan lebih optimal, sunscreen yang oke juga harus bisa melindungi dari UVA. Kalau SPF adalah lambang sunscreen yang melindungi dari UVB, lambang perlindungan UVA adalah PA+ (Protection Grade of UVA). Sunscreen yang mampu melindungi dari UVA disebut sunscreen yang memiliki broad spectrum.

Biasanya, ada sunscreen yang menuliskan PA+, PA++, PA+++, atau PA++++. Ini artinya:

Dengan sunscreen yang bisa melindungi dari UVA, kulitmu nggak cuma terlindung dari sunburn, tapi juga dari risiko kanker kulit dan kerusakan sel-sel kulit karena sinar UVA.

 

Phoebe’s Tips: Nggak ada sunscreen yang waterproof atau nggak luntur karena air dan keringat. Karena itu, kamu harus mengoleskan ulang atau reapply sunscreen setiap kurang-lebih 2 jam--terutama kalau kamu banyak beraktivitas di luar ruangan.

.

Chemical atau Physical Sunscreen?

perbedaan physical dan chemical sunscreen

.

Chemical Sunscreen (Organic Sunscreen)

Menggunakan kandungan bahan organik, seperti oxybenzone, octinoxate, octisalate, dan avobenzone.

Chemical sunscreen bekerja dengan cara menyerap sinar UV sebelum ia merusak sel-sel dalam kulit, lalu mengubahnya menjadi energi panas. Kemudian, energi panas akan dilepas keluar melalui kulit.

Beberapa formula chemical sunscreen berpotensi mengiritasi (terutama pada kulit sensitif), serta menyumbat pori-pori. Jadi, sebaiknya, tipe kulit sensitif dan berminyak nggak pakai chemical sunscreen, ya.

 

Physical Sunscreen (Inorganic Sunscreen)

Menggunakan kandungan bahan mineral, seperti titanium dioxide dan zinc oxide--kedua kandungan ini adalah kandungan sunscreen yang paling aman dan potensinya mengiritasi kulit termasuk rendah.

Physical sunscreen bekerja dengan cara mengelak atau memantulkan paparan sinar UV di permukaan kulit, sehingga sinar UV nggak menyentuh lapisan kulit. Ini pilihan yang oke buat tipe kulit berminyak, karena risiko menyumbat pori-porinya cukup rendah. Ini juga recommended untuk kulit sensitif, karena kedua kandungan di atas minim risiko iritasi.

Beberapa rekomendasi sunscreen di atas yang memiliki titanium dioxide atau zinc oxide adalah:

Kedua jenis sunscreen di atas diketahui sama-sama efektif untuk melindungi kulit dari bahaya sinar UVA dan UVB. Tapi, dibanding jenis yang chemical, physical sunscreen lebih ramah sama semua tipe kulit, termasuk kulit yang sensitif dan berminyak. Jadi, pilih jenis sunscreen yang sesuai kondisi dan tipe kulitmu, ya!

 

Sekian kupas-tuntas soal sunscreen! Hayo, ngaku, siapa yang masih belum pakai sunscreen setiap hari?

Semoga, penjelasan Phoebe soal bahaya sinar UVA dan UVB untuk kesehatan kulit bisa mendorong kamu untuk mau mulai melindungi kulitmu dengan sunscreen yang cocok dan pastinya memberikan perlindungan optimal buat kulitmu.

Yuk, pakai sunscreen!

 

Editor: Cintya L. | Grafis: Indri Novita S.

translation missing: id.blogs.article.tags: kulit sensitif, masalah kulit, rekomendasi skincare, skincare routine, sunscreen, tipe kulit

Tinggalkan komentar